Rabu, 30 September 2026 · Kabar dari berbagai daerahTentang kami
Daerah

Tenggarong Diharapkan Jadi Wajah Kutai Kartanegara

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menjadikan hari jadi Tenggarong sebagai momen untuk meninjau arah pembangunan kota. Bupati Aulia Rahman Basri menilai Tenggarong perlu mencerminkan kualitas pelayanan, kebersihan, kehidupan masyarakat, dan budaya daerah. Ia juga mengajak pemerintah serta warga menjaga kekompakan dalam membangun kota.

Faktanusa.com, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menempatkan Hari Jadi Kota Tenggarong ke-244 sebagai momentum untuk memperkuat peran Tenggarong sebagai wajah daerah. Hal itu disampaikan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kukar dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Tenggarong, Senin (28/9/2026).

Aulia mengatakan, peringatan hari jadi tidak semata menjadi momentum untuk mengenang bertambahnya usia kota, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melihat kembali perjalanan sejarah dan menentukan arah pembangunan Tenggarong ke depan.

“Tenggarong adalah etalase atau wajah Kutai Kartanegara,” kata Aulia.

Menurutnya, meskipun Kukar memiliki 20 kecamatan dengan karakteristik masing-masing, Tenggarong memiliki posisi penting karena menjadi tempat pertama yang dilihat masyarakat ketika datang ke daerah tersebut.

Karena itu, berbagai aspek kehidupan di Tenggarong dinilai turut mencerminkan wajah Kabupaten Kukar secara keseluruhan. Mulai dari kebersihan kota, kualitas pelayanan pemerintah, kehidupan masyarakat hingga budaya dan keramahan warga.

“Orang datang ke Tenggarong dan melihat wajah Kukar. Orang melihat kebersihan kotanya, maka orang akan melihat wajahnya Kukar. Orang melihat bagaimana pelayanan pemerintah diberikan, orang melihat wajah pemerintah daerah Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujarnya.

Aulia menegaskan, Tenggarong ke depan tidak cukup hanya tampil sebagai kota yang indah secara visual. Lebih dari itu, kota tersebut harus mampu mencerminkan kualitas pembangunan, pelayanan, masyarakat hingga peradaban Kukar.

“Karena itu, Tenggarong harus menjadi etalase Kutai Kartanegara. Bukan etalase yang hanya indah dilihat, tetapi kota yang mencerminkan kualitas pembangunan, kualitas pelayanan, kualitas masyarakat, dan kualitas peradaban kita,” tegasnya.

Ia berharap momentum Hari Jadi Kota Tenggarong ke-244 dapat menjadi pengingat bagi seluruh pihak bahwa pembangunan kota membutuhkan keterlibatan pemerintah dan masyarakat secara bersama-sama.

Aulia juga mengajak seluruh elemen daerah menjaga kekompakan dalam membangun Kukar. Menurutnya, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar, tetapi tidak boleh menjadi alasan untuk memecah arah pembangunan daerah.

“Perbedaan itu pasti ada, akan tetapi perbedaan bukan untuk memecah langkah gerak kita. Perbedaan untuk kita diskusikan, untuk kita bicarakan, kita cari jalan temunya,” pungkas Aulia. (Adv)

Isi artikel dimuat melalui sindikasi berizin.

Redaksi beritakini88.com

Tim redaksi beritakini88.com. Mengolah berita, keterangan pers, dan materi sindikasi dengan mencantumkan sumber serta membuka ruang koreksi pembaca.

Ajukan koreksi artikel ↗